Breaking News

Bentuk Protes Kepada Donald Trump, Joe Kent Undurkan Diri Dari Jabatannya (NCTC)

WASHINGTON DC, Mitramabesnews.id - Direktur Pusat Penanggulangan Terorisme Nasional AS (NCTC), Joe Kent, mengundurkan diri dari jabatannya. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden AS Donald Trump terkait perang di Iran. Dalam surat pengunduran diri yang diunggah melalui media sosial X, Kent mendesak Trump untuk segera mengubah haluan kebijakan militernya Rabu, (18/03/2026). 

Dia secara terbuka mengkritik serangan AS-Israel terhadap Iran yang menurutnya tidak didasari oleh ancaman nyata, sebagaimana dilansir BBC, Selasa (17/02/2026).

Kent menyatakan bahwa Iran sebenarnya tidak memberikan ancaman mendesak terhadap AS.

Dia mengeklaim bahwa pemerintahan Trump memulai perang tersebut akibat tekanan eksternal.

"Pemerintah memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi Amerika-nya yang kuat," tulis Kent dalam suratnya.


Lebih lanjut, Kent menuduh sejumlah pejabat tinggi Israel dan jurnalis berpengaruh di AS telah menyebarkan misinformasi. 
Hal ini, menurutnya, sengaja dilakukan untuk menjebak Trump agar meninggalkan jargon politik "America First" yang selama ini diusungnya.


"Ruang gema (echo chamber) ini digunakan untuk menipu Anda agar percaya bahwa Iran merupakan ancaman mendesak bagi AS. Itu adalah kebohongan," lanjut isi surat tersebut.

Menanggapi pengunduran diri tersebut, Gedung Putih memberikan pernyataan tegas. Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyebut anggapan bahwa Trump dipengaruhi oleh pihak asing adalah hal yang tidak berdasar. "Saran bahwa Trump membuat keputusan berdasarkan pengaruh orang lain, bahkan negara asing, adalah hal yang menghina sekaligus menggelikan," ujar Leavitt.

Dia menegaskan bahwa Trump memiliki bukti kuat dan meyakinkan bahwa Iran berencana menyerang AS terlebih dahulu. Sementara itu, Trump dalam keterangannya di Oval Office pada Selasa, memberikan komentar dingin terkait sosok Kent. "Dia orang baik, tapi lemah dalam hal keamanan," kata Trump.

Trump menambahkan bahwa surat pengunduran diri tersebut justru membuatnya menyadari bahwa keluarnya Kent adalah hal yang baik.

Kent sendiri merupakan veteran Pasukan Khusus AS dan CIA yang telah menjalankan 11 misi penugasan di luar negeri. 

Latar belakang militernya dipengaruhi oleh tragedi pribadi. Istrinya, Shannon Kent, tewas dalam serangan bom bunuh diri di Suriah pada 2019 saat bertugas sebagai teknisi kriptologi Angkatan Laut AS. Dalam suratnya, Kent merujuk pada pengabdian militer dan kematian istrinya sebagai alasan utama dia tidak bisa mendukung perang ini.

"Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang dan mati dalam perang yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika, juga tidak sebanding dengan harga nyawa warga Amerika," tegasnya.

Selama proses konfirmasi jabatannya di NCTC, dia sempat menuai kritik dari Partai Demokrat karena enggan melepaskan klaim terkait kerusuhan Capitol Januari 2021 dan hasil Pemilu 2020.

(Tim/Red)
© Copyright 2022 - Mitra Mabes News