Breaking News

GAWAT! Kantor Satpol PP Ketapang Dihebohkan Kasus Pelecehan Anak

Mitramabesnews.id - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Ketapang kembali menjadi sorotan publik. Bukan karena prestasinya, tapi dugaan kasus asusila yang menjerat pejabatnya.


Terbaru, seorang pejabat eselon III di Kantor Satpol PP Ketapang diduga melakukan tindakan asusila kepada salah satu siswi yang sedang magang di kantor tersebut. Sebut saja Mawar (nama samara) yang masih berusia 17 tahun.

Mawar merupakan siswi kelas XII dari salah satu sekolah di Kota Ketapang. Dia belum genap 2 bulan magang di kantor tersebut. Namun, dia justru sudah mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan. Bahkan, menjurus ke pelecehan.


Saat ditemui wartawan, Mawar menceritakan awal mula dia diperlakukan tak senonoh oleh pejabat berinisial S.

Mawar mengaku sering diperhatikan secara berlebihan dari kaki hingga ke bagian wajahnya. S juga sering menghampirinya saat Mawar sedang duduk di meja tempatnya bertugas.


Tak sampai di situ, S juga memegang tangannya. Mawar yang hanya siswi magang di kantor tersebut tak kuasa menolak, apalagi melawan. Terlebih S merupakan pejabat eselon III yang memiliki kuasa di kantor tersebut.

“Saya tak bisa apa-apa, karena saya cuma magang di situ. Tak berani menolak secara tegas. Tapi sebisa mungkin menghindar,” ucap Mawar dengan wajah tertunduk saat ditemui beberapa waktu lalu.


Puncaknya, pada Jumat (14/11) pagi, S mengajak Mawar ke menghadiri acara di Pendopo Bupati Ketapang menggunakan mobil. Tapi, bukannya ke tempat acara, S justru membawa Mawar ke salah satu warung kopi di Jalan H. Agussalim.

Mawar mengaku perasaannya sudah tidak enak, karena mobil S diparkirkan tersembunyi. Di warung kopi itu juga, Mawar yang awalnya duduk di meja berhadapan diminta S untuk duduk di sampingnya. Mawar pun tak kuasa menolak.


Sekitar 30 menit di warung kopi itu, S sempat beberapa kali memegang tangan Mawar. Setelah itu, bukannya langsung kembali ke kantor, S justru membawa mawar berkeliling menggunakan mobil. Bahkan ke Sungai Awan, Kecamatan Muara Pawan.

Di daerah yang terbilang sepi, S menghentikan mobilnya di tepi jalan. “Kok jauh benar mutar-mutarnya sampai ke Sungai Awan,” tanya Mawar kepada S. Namun S hanya menjawab nanti saja ke kantornya.


Di dalam mobil itu, S meminta Mawar untuk berbaring di kursi yang sudah dibaringkan terlebih dahulu oleh S. Namun, Mawar menolak. Meski ditolak, S mencoba memeluk Mawar.

“Saya nangis dalam mobil itu. Saya takut sampai gemetar, karena awalnya dibilang mau pergi ke tempat acara di Pendopo Bupati, tapi dibawa mutar-mutar,” ungkapnya dengan nada lirih.


Beberapa saat kemudian, S mencoba menenangkan Mawar yang menangis sambil mengarahkan mobilnya ke arah Kantor Satpol PP Ketapang. “Saya diantar lewat jalan belakang. Bukan lewat jalan depan,” ujar Mawar.

Sejak saat itulah, Mawar mengaku ketakutan setiap kali melihat S di kantornya. “Saya trauma. Saya sering nangis. Bahkan, sampai terbawa mimpi,” papar Mawar.


Sementara itu, S, saat dikonfirmasi via telepon mengakui bahwa dirinya pernah ngobral dengan siswa yang magang dikantornya, namun diri nya menepis isu bahwa itu perbuatan asusila.

“ memang benar ada saya ngobrol dengan siswi yang magang, ketika dia menangis ceritanya dimarahi abangnya. Jadi saya ingat dia sambil balasan whatsApp dengan abangnya, mungkin dia sambil menangis,” ungkap S.


Selanjutnya S menceritakan bahwa memang betul bahwa mereka mutar mutar menggunakan mobil milik S sampai ke Sungai awan, menurut S, Mawar sambil menangis dan dirinya berusaha menenangkan dengan cara merebahkan kursi mobil sambil memegang bahu mawar.

“ betul kami mutar mutar sampai Sungai awan, agar mawar lebih leluasa untuk bercerita, sesampai arah Sungai awan jembatan pawan 2, saya berhenti sejenak, dikarenakan mawar masih menangis, saya berinisiatif untuk menenangkan, disitu saya ingin merebahkan kursi yang sedang diduduki mawar dan saya memegang bahunya,” ujar S. 

Ditegaskan DPC LAKI laskar Anti korupsi Indonesia kab Ketapang Kalimantan barat kepada Pemkab Ketapang oknum yang telah memperlakukan pelecehan terhadap anak magang apa hukumnya apakah perlu di pecat dari jabatan ya tentunya harus di pecat dari jabatan dan di proses di jalur hukum sesuai dengan undang undang berlaku 

akibat kurangnya kepengawasan Pemkab Ketapang terhadap kepengawasan kepada oknum yang telah mengambil keputusan yang singkat ya tentunya mencoreng nama baik pemerintah daerah Ketapang ucap DPC LAKI laskar Anti korupsi Indonesia kab Ketapang Kalimantan barat kepada awak media MITRAMABESNEWSID Senin (24/11/2025)


Penulis:Jumadi
© Copyright 2022 - Mitra Mabes News