PANDEGLANG, BANTEN | Mitramabesnews.id – Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang bersama Pemerintah Desa Cikeusik dan Koramil 0116/Cikeusik menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Minggu (30/8/2026).
Penyaluran bantuan dipusatkan di dua lokasi, yakni Kampung Cikeusik Kaler, Desa Cikeusik, dan Kampung Kiara Jangkung, Desa Sukasenang. Petugas menyalurkan bantuan hingga larut malam untuk memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi.
Personel TRC BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Agi Fadilah, mengatakan penyaluran pada hari ini difokuskan di dua desa tersebut.
"Untuk tanggal 30 Agustus 2026, penyaluran air bersih di wilayah Kecamatan Cikeusik terfokus di dua tempat, yaitu Desa Cikeusik dan Desa Sukasenang. Dengan segala keterbatasan yang ada, kami tetap berupaya menyalurkan bantuan air bersih sampai larut malam," ujar Agi.
Menurut Agi, penyaluran mendapat dukungan penuh dari personel Koramil 0116/Cikeusik.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang sangat luar biasa membantu menyalurkan bantuan air bersih sampai tuntas kepada masyarakat," ungkapnya.
Salah seorang warga Kampung Cikeusik Kaler, Ida, menyampaikan terima kasih kepada BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Kabupaten Pandeglang, pemerintah desa, serta Koramil 0116/Cikeusik.
Ida mengaku terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan dasar di tengah keterbatasan ekonomi.
"Di tengah keterbatasan ekonomi, saya harus membeli satu galon sekitar Rp5.000 hanya untuk memasak dan minum. Kondisi Sungai Cikeusik saat ini sangat mengkhawatirkan karena airnya keruh dan hanya bisa digunakan untuk mandi, itu pun karena terpaksa," kata Ida.
Ia menambahkan, penggunaan air sungai yang keruh berdampak pada kesehatan warga.
"Setelah menggunakan air sungai, kami sering merasa gatal. Ada juga warga yang mengalami masalah kulit. Setelah mendapatkan bantuan air bersih ini, kami merasa sangat terbantu dan diringankan. Terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu saya dan warga lainnya," tuturnya.
Sementara itu, Danramil 0116/Cikeusik, Kapten Inf Purgiarto, mengatakan kondisi warga terdampak kekeringan perlu menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, kemarau panjang menyebabkan sejumlah sumber mata air sulit diperoleh sehingga warga kesulitan memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
"Kondisi masyarakat saat ini memang sangat miris. Dampak kemarau panjang mengakibatkan sumber mata air sulit didapatkan. Ini tentunya harus menjadi perhatian kita bersama, bukan hanya untuk membantu masyarakat saat terjadi krisis, tetapi juga mencari solusi jangka panjang. Penanganan kekeringan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki sumber air yang dapat diandalkan ketika musim kemarau kembali," pungkasnya.
[MS]


Social Header