KUPANG, Mitramabesnews.id - 25 Mei 2026, Di tengah gegap gempita rangkaian perjalanan silaturahmi atau yang sering disebut sebagai safari politik mantan Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo, menyusuri seluruh penjuru Nusantara, momentumkunjungan pertamanya ke tanah Nusa Tenggara Timur (NTT) terasa begitu istimewa. Langkah Jokowi yang memilih berlabuh lebih dulu di ujung timur Indonesia ini, ternyata menyimpan makna sejarah yang mendalam bagi masyarakat setempat.
Berbagai pemberitaan di media massa telah ramai memberitakan antusiasme luar biasa yang menyambut kedatangan tokoh nasional tersebut. Menanggapi hal itu, Thofilus B. Benyamin, Ketua OKK Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI), angkat bicara dengan nada penuh kebanggaan. Bagi Thofilus, yang juga lahir dan besar di tanah ini, kehadiran Jokowi bukan sekadar kunjungan kenegaraan, melainkan sebuah jawaban atas kerinduan panjang masyarakat NTT terhadap sosok pemimpin yang benar-benar hadir dan peduli.
"Saya selaku Ketua OKK DPP AKPERSI, dan yang paling utama sebagai putra asli NTT, merasa sangat bersyukur dan berterima kasih atas pilihan tepat yang diambil beliau dengan memulai atau menyertakan NTT dalam perjalanan besar ini," ungkap Thofilus dengan mata berbinar. Ia mengingat kembali masa-masa sulit di mana daerahnya seolah terpinggirkan dari peta perhatian nasional.
"Selama puluhan tahun, di masa kepemimpinan presiden-presiden sebelumnya, belum pernah ada pemimpin negara yang benar-benar terjun langsung menyambangi kami. Dulu, nama NTT seolah tak terdengar gaungnya di kancah nasional, apalagi internasional. Wisatawan pun jarang yang tahu dan mau melangkahkan kaki ke daerah kami. Namun semuanya berubah drastis saat Pak Jokowi hadir. Beliaulah pemimpin pertama yang membuka gerbang dan mengangkat nama NTT hingga mencuat dan dikenal sampai ke mancanegara. Beliaulah yang mengenalkan keindahan dan potensi kami ke dunia luar," lanjutnya penuh apresiasi.
Bagi masyarakat NTT, kehadiran Jokowi kali ini kembali menyulut harapan besar. Thofilus mewakili suara ribuan warga di sana, menyampaikan doa dan keinginan agar jejak langkah sang mantan Presiden kali ini mampu membawa angin perubahan yang lebih masif dan kemajuan yang berkelanjutan. Pasalnya, selama menjabat sebagai pemimpin tertinggi negeri ini, Jokowi telah membuktikan diri sebagai sosok yang tak hanya pandai bicara, tetapi gemilang dalam karya nyata.
"Kami sangat berharap, kehadiran beliau ke NTT kali ini membawa perubahan besar bagi kehidupan kami. Selama dua periode beliau menjabat, kami sudah merasakan betul bagaimana besarnya perhatian dan bantuan yang beliau berikan untuk masyarakat NTT. Itulah sebabnya, sampai detik ini kami putra-putri daerah sangat merindukan sosok pemimpin yang cerdas, yang punya visi jauh ke depan, dan yang paling penting: berani dan mampu meratakan pembangunan ke seluruh pelosok negeri, tidak hanya menumpuk kemajuan di satu pulau saja," tegasnya.
Masuk ke dalam dinamika politik nasional saat ini, Thofilus pun menyatakan sikap tegas masyarakat NTT. Mereka tidak hanya akan diam menyaksikan, melainkan berjanji akan turun tangan langsung menjadi kekuatan penggerak. Thofilus menegaskan kesiapan penuh warga NTT untuk memenangkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), yang kini diketuai oleh anak bungsu Jokowi. Bagi mereka, dukungan ini adalah jalan lanjutan untuk meneruskan cita-cita besar yang telah dirintis.
"Kami dengan tegas menyatakan: kami siap, kami bersatu, dan kami akan berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan Partai PSI. Mengapa kami seyakin itu? Karena kami tahu, ada arahan, ada campur tangan, dan ada nilai-nilai luhur yang ditanamkan Pak Jokowi di dalam tubuh partai tersebut. Kami percaya, dengan semangat dan bimbingan beliau, cita-cita besar mewujudkan Indonesia Emas yang maju dan sejahtera pasti akan terwujud di tangan generasi penerusnya," ujarnya penuh keyakinan.
Di tengah perjalanan karir politik Jokowi yang selalu menjadi sorotan publik, tak jarang muncul isu-isu yang mencoba menguji kredibilitasnya, salah satunya adalah perdebatan tak berkesudahan mengenai keabsahan dokumen pendidikan atau ijazah yang dimilikinya. Menanggapi hal itu, Thofilus memberikan jawaban yang lugas, logis, dan mewakili perasaan seluruh masyarakat daerah. Baginya, perdebatan itu sama sekali tidak relevan jika dibandingkan dengan fakta nyata yang ada di depan mata.
"Kalau bicara soal ijazah atau dokumen pendidikan beliau, saya tegaskan di sini: kami masyarakat NTT sama sekali tidak pernah meragukan sedikit pun keabsahannya. Kalau memang tuduhan-tuduhan itu benar, kalau memang dokumen yang beliau miliki itu palsu, lalu bagaimana mungkin beliau bisa memimpin berkelanjutan dari jabatan Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga terpilih dua periode menjadi Presiden Republik Indonesia? Apakah janji-janjinya juga palsu? Apakah karya-karyanya juga palsu? Tentu saja tidak," bantahnya tegas.
Thofilus kemudian mengajak semua orang untuk melihat bukti sejarah pembangunan yang tercatat jelas di seantero nusantara. Ia menegaskan, kinerja Jokowi bukan hanya dirasakan oleh warga kota besar atau pulau Jawa saja, melainkan merata sampai ke perbatasan.
"Kerja nyata itu ada, terlihat, dan bisa dirasakan oleh siapa saja. Bukan hanya kami di NTT yang merasakannya, tapi saudara-saudara kami di seluruh pelosok negeri ini. Lihatlah Papua, lihatlah Sumatera, lihatlah Sulawesi, lihatlah Kalimantan. Semua beliau bangun, semua beliau sambungkan dengan jalan, jembatan, dan fasilitas yang layak. Contoh paling nyata dan dirasakan semua orang: dulu saat musim mudik tiba, masyarakat butuh berhari-hari perjalanan baru bisa sampai ke kampung halaman karena jalan rusak dan macet parah. Jalur Pantura yang dulu identik dengan kemacetan berhari-hari, sekarang sudah berubah total sejak beliau memimpin. Sudah jarang sekali kita dengar keluhan soal kemacetan parah seperti dulu. Apakah itu bukan kerja nyata? Itu bukti abadi yang tidak bisa dibantah oleh siapa pun," pungkas Thofilus B. Benyamin, menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa sosok pekerja seperti Jokowi akan selalu hidup dalam ingatan dan dukungan rakyat Indonesia. (Ajb)


Social Header