Breaking News

Sebuah Helikopter Dengan Registrasi PK-CFX Dilaporkan Hilang Kontak Saat Dalam Perjalanan

Melawi, Mitramabesnews.id - Sebuah helikopter dengan registrasi PK-CFX dilaporkan hilang kontak saat dalam perjalanan dari wilayah perkebunan kelapa sawit PT Citra Mahkota di Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, menuju Pontianak, Kamis (16/4/2026).katanya 


Informasi awal yang diterima dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyebutkan adanya sinyal darurat


(distress signal) yang terdeteksi melalui sistem COSPAS-SARSAT. Sinyal tersebut mengindikasikan adanya kondisi darurat dari pesawat.


Dalam laporan tersebut, sinyal beacon terdeteksi pada pukul 13.09 UTC oleh satelit LEOSAR, dengan posisi awal berada di koordinat 


Sekitar 00°12.00S – 110°44.00E, yang berada di wilayah Kalimantan Barat.katanya pada publik 


Informasi yang didapat Jurnalis Suara Kalbar , Helikopter tersebut diketahui baru saja meninggalkan area perkebunan kelapa sawit PT Citra Mahkota di Menukung sebelum akhirnya hilang kontak saat dalam perjalanan kembali ke Pontianak.


‘Pagi tadi helikopter tersebut terlihat terbang dari kebun sawit milik PT Citra Mahkota,” Ungkap salah seorang warga setempat.


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Melawi, 


Daniel mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan informasi terkait hilangnya helikopter tersebut.

“Ya kami sudah dapat info tersebut dan terus mengumpulkan informasi lapangan, ” Bebernya,ketika dikonfirmasi suara Kalbar, Kamis (16/4/2026).

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan logistik BPBD Melawi, Rahmad maulidin, dari informasi yang didapat BPBD 

Menyebutkan bahwa di dalam helikopter terdapat 8 orang, enam diantaranya penumpang .

“Info yang kami peroleh, helikopter mau pulang ke pontianak, habis dari kebun sawit PT Citra Mahkota di Menukung. Terkait dalam urusan apa

Kami juga tidak tahu, apakah pemetaan kebun atau lainnya, ” Ucap Rahmat kepada awak media

Pihak Basarnas melalui pusat komando dikabarkan juga telah menerima sinyal darurat pada frekuensi 406.0367 MHz, yang merupakan frekuensi standar

Untuk beacon keadaan darurat. Sinyal tersebut juga dilengkapi dengan informasi lokasi berbasis GNSS, meskipun masih memiliki tingkat ketidakpastian.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan tengah melakukan koordinasi dan persiapan untuk operasi pencarian di lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya kontak helikopter
 tersebut disekitar Nanga Taman Kabupaten Sekadau. (Yohanes R)
© Copyright 2022 - Mitra Mabes News