Jakarta, Mitramabesnews.id - Bitcoin (BTC) telah melonjak ke harga tertingginya dalam hampir sebulan, memicu likuidasi senilai ratusan juta dolar karena harapan akan kesepakatan antara pemerintahan Trump dan Iran membanjiri pasar kripto dengan sentimen positif.
Pasar kripto melonjak ke nilai total US$ 2,6 triliun, level tertinggi dalam sebulan, melikuidasi 177.000 pedagang senilai US$ 530 juta dalam 24 jam terakhir, menurut CoinGlass.
Sebagian besar likuidasi terjadi dalam 12 jam terakhir, dan 80% dari mereka atau US$ 425 juta, adalah posisi short leverage di Bitcoin (BTC US$ 74.425) dan Ether (ETH US$ 2.367).
Analis "Bull Theory" memposting di X pada hari Senin bahwa lebih dari US$ 300 miliar short kripto telah dilikuidasi dalam beberapa jam terakhir, yang telah menambahkan lebih dari US$ 100 miliar ke total kapitalisasi pasar kripto.
“Ini bukan sebuah breakout. Ini adalah short squeeze yang bertemu dengan pasokan di atasnya,” kata Valerius Labs dilansir dari Cointelegraph, Selasa (14/4/2026).
“Pembeli sejati muncul di atas 200 SMA (simple moving average), bukan 15% di bawahnya,” tambahnya.
Bitcoin menyentuh posisi tertinggi empat minggu tepat di bawah US$ 75.000 di Coinbase pada perdagangan larut malam Selasa, menurut TradingView. Harganya langsung ditolak di resistensi berat di sana dan telah mundur ke US$ 74.290 pada saat penulisan.
Ether melakukan pergerakan lebih besar dengan kenaikan harian 7,5% untuk mencapai US$ 2.380, level tertingginya sejak awal Februari.
Langkah terbaru tampaknya didorong oleh derivatif, tetapi harapan yang lebih luas untuk kesepakatan antara AS dan Iran untuk mengakhiri berminggu-minggu konflik yang telah menekan pasar global juga bisa mendorong kepercayaan investor pada aset yang lebih berisiko. Faktor lain bisa termasuk aliran institusional melalui dana yang diperdagangkan di bursa kripto spot dan bursa terpusat yang membeli Bitcoin.
Kepala operasional di BTSE Jeff Mei mengatakan bahwa pasar sedang menguat sebagian besar karena “pedagang percaya AS dan Iran semakin mendekati kesepakatan.”
"Garis hidup ekonomi Iran bergantung pada ekspor minyaknya, dan blokade AS terhadap jalur pelayaran vital di Selat Hormuz bisa sangat merusak ekonominya," kata Mei.
Sekarang, tampaknya Iran sedang dengan frustasi mencari cara untuk menengahi kesepakatan. Di mana pasar saham serta kripto menguat sebagai respons.
Untuk informasi, blokade militer AS dimulai pada hari Senin, dengan Presiden Donald Trump mengancam kapal Iran yang mendekat. “Jika ada kapal-kapal ini mendekati blokade kami, mereka akan langsung dihancurkan, menggunakan sistem pembunuhan yang sama yang kami gunakan terhadap pengedar narkoba di kapal di laut,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya pada hari Senin.
Trump juga memberitahu wartawan bahwa Iran ingin membuat kesepakatan, tetapi pemerintahannya tidak akan mencapai kesepakatan yang memungkinkan Teheran memiliki senjata nuklir. (Red)


Social Header