Mitramabesnews.id - Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran berakhir tanpa hasil setelah berlangsung selama sekitar 21 jam di Islamabad, Pakistan. Wakil Presiden AS, JD Vance, menyatakan bahwa Iran menolak syarat utama yang diajukan Washington, termasuk komitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir Minggu, (12/04/2026).
Kebuntuan ini membuat upaya menjaga gencatan senjata dan membuka kembali Selat Hormuz masih tidak pasti. Ini merupakan perundingan tatap muka pertama kedua negara sejak revolusi Islam 1979.
Delegasi AS dipimpin langsung oleh JD Vance, sementara delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf dan Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi.
Solon Sihombing Seorang Praktisi Media dan Pengamat Hub Internasional menyampaikan israel juga harus turut hadir dalam perjumpaan selanjutnya agar terciptanya perdamaian yang hakiki bukan hanya sekedar genjatan senjata.
"Hal ini akan menimbulkan kebingungan apakah ada lagi perundingan selanjutnya setelah kegagalan yang belum ada titik temu di islamabad saya pribadi mengharapkan kedua belah pihak dan juga israel," tegasnya.
"Jika melakukan pertemuan selanjutnya diharapkan jangan lupakan peran negara - negara lainnya seperti iran yang pernah juga bersiteru dengan saudi Arabia dan di damaikan oleh cina pada waktu itu, dan kita harapkan untuk berikutnya semua yang terlibat dalam pertikaian untuk membangun musyawarah sehingga timbulnya kesepakatan yang hakiki yang tidak sementara sehingga dunia akan lebih kondusif dan damai," kata Solon lagi. (Tim)


Social Header