Indonesia, Mitramabesnews.id - Selama enam hari berturut-turut, Amerika Serikat dan Israel menggempur berbagai lokasi di Iran melalui serangan udara. Pertanyaannya kini: apakah akan ada pasukan darat yang dikerahkan untuk menyerbu Iran? Mungkin saja, tetapi bukan dari pihak AS Minggu, (08/03/2026).
Kelompok oposisi Kurdi Iran yang hidup dalam pengasingan di Irak utara mengatakan kepada BBC bahwa mereka punya rencana menyeberangi perbatasan—rencana yang sudah ada selama puluhan tahun. Namun, mereka membantah tegas klaim bahwa pasukan mereka sudah bergerak.
"Kami telah mempersiapkan hal ini selama 47 tahun, sejak berdirinya Republik Islam," ujar Hana Yazdanpana dari Partai Kebebasan Kurdistan (PAK).
Hana Yazdanpana menjelaskan bahwa enam kelompok oposisi—yang baru-baru ini membentuk koalisi—sedang berkoordinasi secara politik maupun militer.
Sejumlah prajurit Peshmerga dari suku Kurdi berpatroli di pegunungan Irak, yang berbatasan dengan Iran. Pasukan oposisi Kurdi, yang dikenal sebagai Partai Kebebasan Kurdistan (PAK), secara aktif mendorong perubahan rezim di Iran.
Yazdanpana juga mendesak AS untuk memberlakukan zona larangan terbang demi melindungi pasukan Kurdi.
"Kami sudah meminta hal ini berkali-kali," ujarnya. "Saya sendiri yang mengirim email dengan pesan 'kami sangat membutuhkannya segera," pungkasnya.
Pada Sabtu (07/03), Presiden AS, Donald Trump, menjawab ketika ditanya soal keterlibatan suku Kurdi dalam serangan ke Iran.
Trump menegaskan pihaknya tidak menginginkan pasukan Kurdi ikut terlibat dalam konflik.
"Kami tidak ingin membuat perang ini semakin rumit," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (07/03/2026) malam, di dalam pesawat Air Force One.
Kurdi merupakan kelompok etnis terbesar keempat di Timur Tengah, yang tersebar di Iran, Irak, Suriah, dan Turki.
Mereka punya sejarah panjang sebagai kaum yang kerap ditindas dan dikhianati. Seperti pepatah Kurdi, "kami tidak punya teman selain gunung.
Pandangan Pragmatis
Sebagian pemimpin Kurdi Iran memilih bersikap pragmatis.
"Amerika dan Israel tidak memulai perang ini demi harapan kami, melainkan demi kepentingan mereka sendiri," kata Mustafa Mauludi, wakil ketua Partai Demokrat Kurdistan Iran (KDPI).
"Namun mereka menargetkan markas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan ini akan menguntungkan kami serta membantu kami masuk," ucap Mustafa Mauludi lagi.
Di tempat terpisah Solon Sihombing Seorang Praktisi media/ Pengamat Hub Internasional membuat Harapan Dan doa Perang timteng jangan meluas Dan sampai perang darat juga.
"Perang timteng jangan meluas Dan sampai perang darat juga Dan Presiden Trump Dan Israel juga Iran Dan negara Teluk Dan China. Russia juga Europa plus Indonesia jika punya Ikhtiar yg sama walaupun " Banyak cibiran" Bisa duduk dalam meja Perundingan bersama DK PBB. Bila perlu Perlu tandasnya. Semoga!," ucap Solon kepada Redaksi Mitramabesnews.id


Social Header