Breaking News

Danantara Benahi Tata Kelola Dan Fondasi Keuangan BUMN

Jakarta, Mitramabesnews.id - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mengkaji seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari langkah penguatan tata kelola dan fundamental bisnis Jum'at ( 06/03/2026).

Managing Director Stakeholder Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, dalam keterangan resminya pada Kamis (5/3/2026), mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari proses konsolidasi manajemen baru untuk memastikan pengelolaan aset negara berjalan secara transparan, bijak, dan berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

“Sebagai manajemen baru dan pemegang mandat pengelolaan aset negara, Danantara Indonesia berkewajiban melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kualitas aset, kebijakan akuntansi, serta disiplin tata kelola di seluruh portofolio. Governance reset ini adalah langkah penguatan fondasi agar neraca perusahaan mencerminkan kondisi yang aktual, prudent, dan kredibel,” ujar Rohan.


Melalui entitas holding operasionalnya, Danantara Asset Management, evaluasi dilakukan terhadap berbagai aspek perusahaan, mulai dari kebijakan akuntansi, kualitas dan pencatatan aset, hingga penguatan tata kelola dan manajemen risiko.


Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan BUMN semakin solid, transparan, dan selaras dengan praktik pengelolaan perusahaan yang baik.

Menurut Rohan, dengan fondasi keuangan yang semakin kuat dan disiplin manajemen yang lebih baik, BUMN diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, memperbaiki margin operasional, serta menciptakan nilai ekonomi yang nyata bagi negara sebagai pemegang saham.
(Ket photo : Solon Sihombing pengurus Kadin Pusat bersama Anindya Bakrie Ketua Umum Kadin)


“Pertumbuhan yang sehat harus berbasis pada produktivitas dan kinerja operasional, sehingga kontribusinya terhadap penerimaan negara benar-benar terukur dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Rohan menambahkan, ke depan keberhasilan BUMN tidak hanya diukur dari besarnya angka dalam laporan keuangan, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menghasilkan kinerja yang nyata. Termasuk laba yang sehat, arus kas yang kuat, serta kontribusi dividen yang berkelanjutan bagi negara.

Danantara menegaskan bahwa proses penguatan tata kelola dan fundamental perusahaan ini akan dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga stabilitas operasional dan kesinambungan bisnis di seluruh portofolio BUMN.

Di tempat terpisah Solon Sihombing sebagai praktis media dan pengamat juga menyikapi artikel Danantara yang menarik dan apalagi sekarang BUMN di bawah Danantara jangan ada lagi kotuptor - koruptor baru. 


"Saya sangat merespon positif rencana daripada Danantara untuk membenahi tatakelola dan pondasi keuangan di lingkungan BUMN yang baru begabung di bawah Danantara , saya harapkan tidak ada koruptor - koruptor baru di Danantara ini sehingga bisa establish seperti tamasex group keuangan yang mapan di singapore", ucap Tokoh Nasional. 


Solon Sihombing juga mengatakan banyaknya aset - aset BUMN di wilayah Sumatera Utara yang perlu dapat perhatian khusus. 

"Aset - aset BUMN di wilayah Sumatera Utara perlu mendapatkan perhatian khusus seperti aset tanah PTP yang perlu di kelola secara profesional apalagi saya sangat menyoroti situasi PTPN perkebunan negara yang banyak bangkrut, kiranya ini menjadi pusat perhatian dari Danantara dan mendapatkan pembenahan khusus, situasi PTPN I-IX khususnya ex PTP II dan IX yg tanah dan aset nya banyak bangkrut dan dijual. Tetapi ex kel pensiunan belum dapat ganti untung padahal udah lama tinggal di perumahan PTPN bahkan sampai 70 thn an Seperti kel Solon Sihombing, Dan kebanyakan Tanah PTP msh tanah ulayat dan Grand Sultan Melayu statusnya," tutup Solon Sihombing.

Solon Berharap CEO Danantara Rosan Roeslani dkk dapat membenahi PTP dan BUMN juga Danantara menjadi yg terbaik di Era Presiden Prabowo Subianto. (Red) 
© Copyright 2022 - Mitra Mabes News