Breaking News

Respons Cepat Polsek Gaung Tangani Karhutla Saat Musrenbang Kecamatan Digelar

INDRAGIRI HILIR, RIAU | Mitramabesnews.id — Di tengah berlangsungnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Gaung, aparat kepolisian di wilayah tersebut tetap disiagakan penuh untuk merespons ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang muncul secara bersamaan.


Pada Kamis (5/2/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, jajaran Polsek Gaung melakukan verifikasi sekaligus pemadaman dan pendinginan titik panas (hotspot) yang terpantau melalui Aplikasi Lancang Kuning di Desa Teluk Merbau, Dusun Simpang Buluh, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.


Respons cepat tersebut menegaskan bahwa pengendalian karhutla berjalan paralel dengan agenda perencanaan pembangunan, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas lingkungan dan keselamatan masyarakat.


Kegiatan pemadaman dilakukan secara terpadu melibatkan Kepala Desa Teluk Merbau Abdul Muis, Bhabinkamtibmas Aiptu Heriyanto, Sekretaris Desa Maslianto, SE, Kepala Dusun Rasid, personel Polsek Gaung, serta dukungan masyarakat setempat.

Hasil verifikasi di lapangan menunjukkan bahwa kebakaran terjadi di wilayah Parit 24 dan Parit 25 Dusun Simpang Buluh. Luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar empat hektare, dengan karakteristik tanah gambut dataran rendah yang dikenal rawan terbakar dan berpotensi memicu asap berkepanjangan jika tidak ditangani cepat.


Lahan tersebut tercatat sebagai perkebunan kelapa dan semak belukar, sementara identitas pemilik lahan telah didata oleh aparat. Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh kepolisian.


Dalam penanganan di lokasi, petugas melakukan pemadaman, pendinginan titik api, serta pembuatan sekat guna mencegah perluasan kebakaran. Aparat juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar, mengingat risiko kebakaran lanjutan serta konsekuensi hukum yang dapat timbul.


Proses pemadaman dihadapkan pada sejumlah kendala, antara lain akses menuju lokasi yang harus ditempuh melalui semak belukar serta keterbatasan jaringan komunikasi di area kebakaran. Meski demikian, upaya pengendalian tetap berjalan hingga selesai.
Sekitar pukul 17.00 WIB, api berhasil dikendalikan. Meski masih terpantau asap tipis dari lahan gambut, kondisi secara umum dinyatakan aman dan terkendali.


Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla dapat muncul kapan saja dan membutuhkan kesiapsiagaan lintas sektor. Di saat perencanaan pembangunan dibahas, pengamanan lingkungan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda pembangunan berkelanjutan di daerah.


(Heriansyah-MBS)
© Copyright 2022 - Mitra Mabes News