Breaking News

Kejaksaan Labuhanbatu Di Duga ATM Kan Para Terlapor Dumas

Rantauprapat, Mitramabesnews.id - Berbagai keluhan masyarakat dan sejumlah pegiat Anti Korupsi dan wartawan di Labuhanbatu, merasa kecewa dengan kinerja Kejaksaan Negeri Rantauprapat yang lamban atau mempetieskan berbagai aduan laporan / Dumas yang tidak ditindak lanjuti atau disahuti bahkan sms melalui hot line Kejaksaan Negeri Labuhanbatu dengan nomor 08116558787 sama sekali hanya jawaban klise yang di dapat, di duga dumas dumas itu telah menjadi ATM bagi oknum-oknum Kejaksaan.

Ketika hal ini di konfirmasi kepada Kasi Intel Kejaksaan Negeri Rantauprapat Memet Siregar memberi tanggapan, agar menghubungi hot line / nomor pengaduan Kejaksaan Negeri Rantauprapat.

Sejumlah aktifis, tokoh masyarakat menyayangkan dan menyesalkan sikap dan respon kejaksaan yang tidak bersahabat dan bisa melayani pengaduan masyarakat, "untuk masuk kejaksaan sangatlah ketatnya, demo aktifis dan mahasiswa bagai angin lalu bagi mereka, surat dumas dumas tak pernah di tanggapi dan diberikan penjelasan dan hanya di petieskan, kami dah bolak balik tanya, bahkan demo, tapi seakan tak di gubris, diminta kepada Kajati dan Kejagung agar meninjau bahkan meng OTT kan oknum oknum ini, para Kades dan lainnya diduga jadi sapi perah dan ATM berjalan bagi mereka ", ujar salah satu aktifis dengan penuh rasa kecewa.
Lebih lanjut salah satu wartawan yang mengungkapkan kekecewaannya " kami sah berulang kali buat dumas baik dari masyarakat setempat ataupun berita berita korupsi, tapi sepertinya orang orang kejaksaan pura pura buta dan tuli tapi menjadikan sapi perah bagi yang di dumaskan atau di target mereka, bahkan sekarang wartawan juga sudah nampak dipecah belah, masak ada pula wartawan kejaksaan, mana netralitas pers kalau di kotak kotak seperti itu", ujarnya dan meminta jangan menuliskan namanya.

Bangkit Hasibuan dari LPPN Labuhanbatu Utara, juga mengungkapkan kekecewaannya, "perbincangan publik tentang kinerja kejaksaan ini, agak janggal dan nyeleneh, seperti saya melaporkan 63 desa Labura terkait Website Perpustakaan Digital Fiktif, Eh .. pas pergantian kepala Kejaksaan, kok para Kades se Labura buat papan bunga, itupun setengah hari, karena di duga mencolok, saya ketemu Kasintel, tapi banyak dalih dan tak jelas kemana berkas berkas itu dan sampai dimana penanganannya, percumalah di laporin, karena diduga bakal jadi atm dan menaikkan daya tawar mereka kepada yang di dumas", ujarnya

Ketika rilis ini di konfirmasikan kepada Kasi Intel Memed Rahmad Sugama, S.H dan Pengaduan Kejaksaan, tidak ada tanggapan. (Hah/Tim)
© Copyright 2022 - Mitra Mabes News