Ketapang, Mitramabesnews.id - Begini cerita nya menurut korban mereka pulang dari Pantai Dagoi hari Minggu 15/2 2026.magrip di pagil saudara Agus cs.sementara saudara jamadi alias Butet tidak kenal degan Agus cs.yang memangil.
Berawal dari pulang korban dari pantai pesaguan Dagoi tidak ada angin tanpa ribut tiba tiba di hadang oleh Agus CS lokasi Pesaguan kanan. Tiba tiba saudara Agus cs memukul saudara jamadi kerna masalah tidak tahu tersaka korban bingung ke esokan 16/2 2026 Korban melapor ke Polsek Martan Hilir Selatan MHS. Jalan tenjung pura no 45.sebelumya jamadi terlebih dahulu di fisum di rumah sakit Pesaguan kanan.
Pirhal terjadi pengeroyokan korban juga tidak tahu namun tersangka mengeluarkan bahasa bahasa tentang sawit yang ada di pelang PT.Parna Gemilang Indah,
Belum sepat menjawab dan lansung melakukan tindakan penganiayaan.
Di Polsek Pesaguan mereka di periksa penyidik kurang lebih dua jam pemerik saan setelah selesai Jamadi setiap laporan masarakat harus di terima.sesuai hukum yang berlaku
Menurut korban saat di kopirmasi setelah melaporkan ke Polsek MHS terus melakukan wawancara ke pada media yang ada pade saat itu.mereka harus di proses berdasar kan hukum yang berlaku.sesuai ketentuan
Bedasarkan BAP kepolisian Pesaguan MHS STPL PL/03./11 2026/SPKT unit Reskrim /Polsek MHS.Kabupaten Ketapang.
IWOI Mustakim menagapi pemukulan yang terjadi di Pesaguan kanan. tidak beralasan itu tindakan melanggar hukum harus di tangkap Karna Negara kita negara Hukum,dan Mustakim memitak harus porses sesuai dengan undang undang yang berlaku.yang peraturan yang ada di indonesia.
Kini sangat disayangkan sampai saat sekarang belum ada kabar dipihak Polsek kec matan hilir Selatan, andai katanya terjadi saling bunuh membunuh yang tanggung jawab siapa, Karna mereka sudah melapor ke Polsek setempat
Maka tegasnya Mustakim IWO I meminta kepada kapolres Ketapang, Kapolda Kalbar mabes Kapolri segera di pantau kegiatan pengeroyokan di desa pesaguan Kanan kec matan hilir Selatan kab Ketapang Kalimantan barat
Sampai saat ini belum ada langkah proses hukum untuk menindaklanjuti pengeroyokan pada korban atas nama Jamadi atau Butet
Seharusnya dipihak kepolisian harus sigap dan tegas Karena kita lihat, bahkan kita baru dengar korban melapor yang pelaku juga melapor jadi aneh bin ajaib apakah ini permainan oknum dari desa sampai ke kecamatan MHS yang terjadi seperti ini
Fersi hukum
MenuruPasal utama yang mengatur pengeroyokan di Indonesia adalah Pasal 170 KUHP, yang mengancam pidana penjara maksimal 5 tahun 6 bulan bagi siapa saja yang secara terang-terangan dan bersama-sama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang. Ancaman hukuman dapat bertambah berat jika pengeroyokan mengakibatkan luka berat atau kematian.
Pasal pemukulan atau penganiayaan diatur utama dalam Pasal 351 KUHP (ancaman penjara 2 tahun 8 bulan hingga 7 tahun jika mati), Pasal 352 (penganiayaan ringan, maksimal 3 bulan), Pasal 353 (berencana), hingga Pasal 354-355 (penganiayaan berat). UU 1/2023 (KUHP Baru) mengatur ini dalam Pasal 466–471 dengan ancaman hingga 15 tahun penjara.
Ucap Mustakim ketua IWO I kepada awak media MITRAMABESNEWSID Rabu (18/2/2026)
Penulis:Jumadi


Social Header