Breaking News

Di Balik Palu Sidang Itu, Jonrius Sinurat Menang atas Perjuangan Panjang

BATAM, Mitramabesnews.id – Menjelang petang, Jumat 6 Februari 2026, ruang peradilan semu Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulaan (UNRIKA) terasa lebih sunyi dari biasanya. Di ruangan itulah, nasib akademik seorang mahasiswa bernama Jonrius Sinurat ditentukan.

Di hadapan dewan penguji, ia berdiri bukan hanya membawa setumpuk lembar skripsi. Ia membawa tahun-tahun perjuangan, malam-malam panjang, serta doa yang tak pernah putus dari keluarga.

Judul yang ia pertahankan terdengar tegas dan bernas: “Implementasi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers terhadap Perlindungan Wartawan dalam Mewujudkan Kemerdekaan Pers.”

Tema itu menuntut lebih dari sekadar kemampuan menulis. Ia menuntut keberanian berpikir, ketelitian membaca realitas, dan keteguhan menyimpulkan.

Sidang berjalan serius. Pertanyaan demi pertanyaan menguji ketahanan argumentasi. Namun perlahan, keyakinan mulai tumbuh ketika Ketua Penguji, Dr. (c.) Winda Roselina Effendi, S.I.P., M.I.P., didampingi dua Anggota Penguji lainnya, Dr. Seftia Azrianti, S.H., M.H., dan Rabu, S.H., M.H., menyampaikan penilaiannya.

Ia tidak berbicara tentang kesempurnaan. Ia berbicara tentang kualitas.

“Memang tidak ada yang sempurna, kesempurnaan hanya milik Tuhan. Tapi skripsi Pak Jonrius ini salah satu yang menganalisis dengan baik. Peneliti hadir di dalam analisisnya. Data primer dan sekunder sudah dikolaborasikan. Secara keseluruhan sudah sesuai kaidah penulisan,” ujarnya.

Kalimat itu menjadi angin yang meniup rasa cemas keluar dari dada.

Namun klimaksnya datang ketika pimpinan sidang membacakan keputusan.

Jonrius Sinurat dinyatakan lulus dengan nilai sangat memuaskan.

Tak ada teriakan. Hanya tarikan napas panjang, senyum yang pecah perlahan, dan mata yang mulai basah. Bagi seorang pejuang pendidikan, kemenangan sering datang dalam bentuk yang hening.

Di luar ruangan, dua anaknya telah menunggu sejak awal. Cornelius Nielsen Sinurat (12) dan Nelly Laurentia Sinurat (8) mungkin tidak mendengar setiap tanya jawab di dalam, tetapi mereka tahu ayahnya sedang menaklukkan satu gunung besar.

Begitu pintu terbuka, mereka menyambutnya.

“Kami bangga sekali sama Papa. Papa tidak pernah menyerah,” kata Cornelius.

“Semoga Papa terus mengejar mimpi yang lebih tinggi lagi,” sambung Nelly.

Istri tercinta, Lianni Nababan, tak dapat hadir karena kewajiban pekerjaan. Tetapi hatinya berada di sana. Setelah mendengar hasil sidang, ia menyampaikan pesan yang sederhana namun penuh makna.

“Saya melihat sendiri perjuangannya. Semua lelah hari ini terbayar. Ini kebahagiaan untuk keluarga,” tuturnya.

Ucapan selamat kemudian berdatangan. Dari Rektor UNRIKA, Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, Dekan Fakultas Hukum Dr. Dwi Afni Mailani, Kaprodi Dr. Rizki Tri Anugrah Bhakti, para dosen pembimbing, sahabat, hingga rekan kerja.

Setiap ucapan seperti menambahkan cahaya pada hari yang sudah terang.

Tetapi ada satu peristiwa kecil yang justru menjadi besar dalam hati Jonrius.

Tiga jam setelah sidang, telepon dari ibundanya masuk. Sang ibu tidak tahu bahwa anaknya baru saja melewati ujian hidup yang penting. Ia hanya ingin mendengar suara putranya.

Ketika Jonrius memberi kabar kelulusan itu, ibunya terdiam, lalu bersyukur.

“Berarti ini gerakan batin, aku tidak tahu itu, cuma mau tanya kabarmu saja tadi,” ucap sang ibu, seperti ditirukan Jonrius.

Bagi seorang anak, restu orang tua selalu menemukan jalannya, bahkan tanpa diberi tahu.

Sore itu, halaman kampus berubah menjadi ruang perayaan. Jonrius, kedua anaknya, dan rekan-rekan seperjuangan mengabadikan momen di depan gedung fakultas dan rektorat. Mereka tahu, foto-foto itu suatu hari nanti akan menjadi cerita tentang ketekunan.

Dalam pernyataannya, Jonrius menyebut hari itu sebagai hadiah dari Tuhan atas perjalanan yang tidak mudah.

“Terima kasih untuk semua doa dan dukungan. Gelar ini bukan hanya milik saya, tetapi milik keluarga dan semua yang percaya saya bisa sampai di sini,” katanya.

Palu sidang telah diketuk. Satu bab selesai.

Kini, Jonrius Sinurat, S.H., berdiri di ambang bab berikutnya — membawa semangat baru, keyakinan baru, dan masa depan yang menunggu untuk dimenangkan kembali.

(Piter Rahmat Gulo) 
© Copyright 2022 - Mitra Mabes News