Kuantan Singingi, Mitramabesnews.id -
Perintah untuk meliput kafe remang-remang tengah malam berujung penganiayaan. Seorang pria berinisial SH, resmi melaporkan rekannya sendiri, Sekagesima Hia, ke Polres Kuantan Singingi usai dibacok pakai parang di kepala.
Laporan teregistrasi dengan nomor LP/B/63/VIII/2026/SPKT/POLRES KUANTAN SINGINGI/POLDA RIAU. Peristiwa terjadi Senin, 24 Agustus 2026 sekitar pukul 21.45 WIB di rumah Athia, Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi.
Kronologi: Suruh Liput Kafe, Berujung Bacok
Berdasarkan laporan korban, insiden bermula saat Athia menelepon Heppynes Hia dan memerintahkan 4 orang: Rahmat Gea, Sekagesima Hia, Sefelinus Halawa, dan Heppynes Hia untuk meliput seluruh kafe di wilayah Kuansing malam itu.
Heppynes menolak. Ia menilai risikonya tinggi dan mengingatkan Athia yang belum lama didemo tengah malam karena kesalahpahaman di TikTok.
Penolakan itu memicu emosi Sekagesima. Ia melempar handphone ke arah Heppynes hingga terpental ke meja. Tidak puas, Sekagesima naik ke atas meja dan menendang Heppynes. Gagal mengenai, kursi yang ditendangnya justru mengenai Heppynes.
Sekagesima kemudian masuk ke dalam rumah dan mengambil sebilah parang. Saat keluar, Sefelinus Halawa menegurnya: "Gara-gara kau gak jadi meliput". Kalimat itu langsung disambut ayunan parang ke kepala bagian atas korban.
Warga yang panik langsung menghubungi 110. Setelah situasi reda, Sefelinus dan Heppynes mendatangi Polres Kuansing untuk melapor.
Keributan belum selesai. Handphone milik Heppynes sempat hilang dan diduga diambil Aliria Hia, istri Athia. Setelah berdebat cukup lama, Athia akhirnya meminta istrinya mengembalikan HP tersebut.
Korban Percaya Proses Hukum
Atas perbuatannya, Sekagesima Hia dilaporkan atas dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
"Kami percaya kepada APH agar kasus ini ditindaklanjuti secara profesional, transparan, dan seadil-adilnya," ujar Sefelinus Halawa.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
(Tim/Red)


Social Header