Nias Selatan, Mitramabesnews.id - 05 Agustus 2026 Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kini memicu antrean kendaraan berjam-jam di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) se-Kabupaten Nias Selatan, Sumatra Utara. Kondisi ini ternyata telah berlangsung sejak sekitar sebulan lamanya dan kian hari semakin mengganggu aktivitas transportasi serta kelancaran distribusi kebutuhan masyarakat.
Di sejumlah titik pelayanan BBM, para pengemudi kendaraan penumpang, mobil daring, hingga sopir angkutan antarkota mengeluhkan antrean yang sangat panjang dan memakan waktu berjam-jam. Akibatnya, mereka banyak kehilangan kesempatan melayani penumpang sehingga pendapatan menurun drastis. Bahkan para pedagang kebutuhan pokok dan pakan ternak pun turut merugi—waktu terbuang untuk mengantre, dan biaya operasional ikut membengkak.
Akibat sulitnya memperoleh BBM di SPBU resmi, masyarakat terpaksa membeli dari penjual eceran di pinggir jalan dengan harga yang melonjak tajam. Satu botol BBM yang seharusnya terjangkau kini dijual dengan harga Rp25.000 hingga Rp30.000, jauh di atas harga resmi, yang membebani ekonomi warga sehari-hari.
Warga menduga bahwa kelangkaan ini diperparah oleh adanya oknum yang menimbun BBM Bersubsidi. Modus yang marak terjadi: oknum membeli BBM bersubsidi di SPBU lalu memindahkannya ke jerigen atau botol-botol untuk dijual kembali secara eceran dengan harga lebih tinggi. Hal ini jelas melanggar ketentuan hukum, khususnya Pasal 55 Undang-Undang Migas juncto Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023.
Masyarakat pun meminta pihak berwenang segera bertindak. Kepada Polres Nias Selatan, warga memohon agar segera menertibkan oknum-oknum tersebut, menindak tegas praktik penimbunan dan penyaluran BBM bersubsidi yang tidak pada tempatnya. Tak sedikit pula warga yang bertanya: di mana suara para wakil rakyat kita dalam mengawal dan menyuarakan kesulitan rakyat ini?
Masyarakat berharap masalah ini segera ditangani secara tuntas agar kelangkaan BBM teratasi, harga eceran liar kembali normal, dan aktivitas warga Nias Selatan dapat berjalan lancar kembali seperti semula.
Penulis Anton M.


Social Header