Gunungsitoli, Mitramabesnews.id –28-juli-2026-mitramabesnews Kejadian mengkhawatirkan kembali terjadi di salah satu ruas jalan di nias, saat sebuah truk ekspedisi jenis Colt Diesel Engkel mengalami amblas saat melintas. Insiden ini diduga kuat disebabkan oleh muatan yang diangkut jauh melebihi batas kapasitas aman kendaraan.
Pengamatan di lokasi menunjukkan kendaraan terlihat miring dan roda terbenam ke permukaan jalan yang sudah berlubang dan rusak. Hal ini semakin memperparah kerusakan fasilitas umum yang sudah memprihatinkan dan menyulitkan pengguna jalan lainnya.
Muatan Berlebih Penyebab Utama Kerusakan Jalan
Secara teknis, kapasitas muatan standar untuk jenis truk tersebut adalah 2 – 2,5 ton dengan volume 6 – 9 meter kubik. Namun dalam kasus ini, diperkirakan kendaraan membawa beban di atas batas wajar yang seharusnya.
Beban berlebih memang dikenal sebagai penyebab utama jalan cepat rusak dan ambles sebelum waktunya. Tekanan berlebih dari roda kendaraan menghancurkan struktur perkerasan jalan, sehingga kerusakan makin parah dan biaya perawatan menjadi lebih besar.
Pihak Berwenang Dinilai Tidak Bertindak Tegas
Sayangnya, fenomena ini terus terjadi meskipun banyak ruas jalan di wilayah ini sudah dalam kondisi rusak. Banyak warga yang menilai bahwa pihak Dinas Perhubungan (Dishub) dan Polantas seolah tidak peduli dan tidak melakukan pengawasan yang ketat terhadap pelanggaran ini.
"Jalan sudah rusak saja, tapi masih saja ada kendaraan yang membawa muatan berlebih. Seolah aturan tidak berlaku dan kerusakan jalan bukan tanggung jawab mereka," keluh salah satu warga setempat.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009, kendaraan dengan muatan berlebih seharusnya dikenakan sanksi tegas berupa tilang, penimbangan ulang, bahkan penahanan hingga muatan dikurangi. Namun dalam praktiknya, pengawasan dan penindakan terhadap kasus ini terasa minim dan jarang dilakukan.
Harapan Masyarakat: Pemerintah Jangan Berdiam Diri
Insiden ini menjadi peringatan keras bagi pemerintah daerah agar tidak tetap diam menghadapi masalah ini. Masyarakat berharap agar pihak terkait segera memperketat pengawasan di titik-titik rawan, melakukan penimbangan berkala, dan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku yang melanggar.
"Kami berharap pemerintah tidak hanya bicara, tapi benar-benar bertindak. Jangan sampai keuntungan bisnis pengusaha menjadi alasan untuk merusak fasilitas umum yang milik bersama," tegas warga.
Selain itu, juga diminta agar disiplin pengangkutan muatan diterapkan secara adil dan merata, demi menjaga agar jalan-jalan umum tetap layak pakai dan tidak cepat rusak karena kesalahan beban kendaraan.
Penulis. Anton.M


Social Header