Breaking News

Masyarakat Mendesak Kapolres Agar Bisa Basmi Dan Putus Rantai Peredaran Narkoba Yang Di Duga Hanya Ganti Pemain Baru

Labuhanbatu, Mitramabesnews.id - 14 Juli 26, Pergantian pemegang saham bisnis haram di duga ganti kekuasaan, dan info dari salah satu warga menyebutkan dari para kurir yang menjadi ikut serta dalam menjalankan bisnis dan keraja sama mengucapkan "selamat " kepada F.S / JBAK. Sosok yang dulunya hanya kurir lapangan ini kini diduga diangkat memegang kendali penuh peredaran sabu‑sabu di wilayah Labuhanbatu, termasuk titik‑titik rawan yang selama ini sudah diketahui umum siapa yang tidak mendengar Informasi maraknya peredaran narkoba di wilayah labuhanbatu ini dan hingga sudah sering di publikan di beberapa media,
 
Masyarakat semakin kuwatir dan menyampaikan informasi kepada media bahwa narkoba semakin menggurita dan terang - terangan di wilayah kami ucapnya dan yang enggan disebutkan namanya , 

Diduga para bandar narkoba seolah ada gerakan menipu dan mengelabui pihak berwenang,
"Beberapa waktu lalu memang sepi terlihat. Tapi itu bukan berarti sudah berhenti atau bubar. Mereka cuma pura‑pura hilang sebentar! Supaya Aparat Penegak Hukum dan media kira sudah aman, padahal cuma akal lihai untuk mengelabui mata saja."
 
Keluh warga lain makin menguat:
"Kami hanya menduga ya Pak, tapi rasanya pasti sudah ada 'lampu hijau' atau restu dari oknum tertentu. Berani sekali mereka bergerak sebebas ini."
 
Kini jangkauan penyebarannya makin luas: mulai pusat kota Rantauprapat, lintas kecamatan, sampai ke pelosok desa. salah satu titik nya berada di desa kampung dalam dusun mualmas yang diduga dikendalikan oleh NPII masih di area perkebunan kelapa sawit milik warga di antara tiga dusun perbatasan antara labusel dan kecamatan bilah hulu 
,
 bahkan sampai Desa tanjung siram,dan juga bila hilir negri lama dikendalikan oleh DY dan banyak juga titik jaringan yang sampai Seluruh wilayah yang dulu dikuasai jaringan lama kini dipegang penuh oleh F.S/JABK
 
"yang paling membuat masyarakat tercengang Tiap pemimpin lama tersorot atau tersandung masalah, tinggal ganti orang baru. Rantai peredaran narkoba ini tak pernah putus sama sekali!" ujar warga dengan nada kesal dan geram.
 
"Dugaan kami para bandar besar pasti sudah memberikan atensi atau 'berbagi rezeki'. Sampai kapan begini terus? 
dan diduga kuat adanya bekingan sehingga berani begitu leluasa?"

Tokoh pemuda dan penggiat Anti narkoba, memberikan tanggapan ?
NARKOBA Masalah Kita Bersama, Diamnya kita berarti sepakat Kerusakan Generasi, Dan Terganggu nya Kondusifitas, Keamanan dan Kenyamanan Di daerah tanpa kita sadari kita Menyetujui itu. Maka berarti kita Manusia Yang Sudah Tiada memiliki NURANI. 

NARKOBA menurut saya masalah Terbesar dari semua masalah di daerah kita ini. Siapapun kita, apapun pangkat jabatan serta status sosial kita jadilah bagian ikut serta berupaya memerangi masalah ini. 

Sebab kerusakan dari Dampaknya, Selain merusak Moral, mental, fisik, merugikan orang banyak, AQIDAH juga dapat rusak dibuatnya. Apa ini tidak terfikir kan oleh kita. 

Kiranya APH benar2 serius dalam menangani ini, jadikanlah amanah yang Allah beri menjadi Ibadah, dan jangan sekali2 dari bagian Ikut serta membantu kerusakan ini. Anggap seolah ini bagian dari menyelamatkan Anak keturunan kita dan juga keluarga kita."
 
Kini warga bersama tokoh agama berseru keras meminta. Kapolres Labuhanbatu,
Komandan Kodim 0209/Labuhanbatu Serta awak media di Labuhanbatu
 
Jangan diam saja! Segera turun, selidiki, dan bongkar habis jaringan ini. Warga juga menantikan sikap serta tanggapan tegas dari GANN Labuhanbatu terkait dugaan perlindungan ini.Ketua GANN Agus Kusdarwanto melalui humas nya Kirman dewantara menyayangkan kamuflase peredaran narkoba di Labuhanbatu di sinyalir mengkelabui masyarakat, kami menilai APH semakin di uji keseriusan nya dalam pemberantasan narkoba di wilayah hukum nya tutupnya,

saatnya team media memberikan informasi melalui pesan WhatsApp kepada polres labuhanbatu melalui Kanit II namun belum memberikan keterangan Dan jawaban.

penulis berita 
RS /team media
© Copyright 2022 - Mitra Mabes News