LABUHANBATU, Mitramabesnews.id - 5 Juni 2026 Masyarakat di Desa Tebing Lingga Hara Baru, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, menyampaikan kekhawatiran dan pertanyaan serius terkait maraknya peredaran narkoba di wilayah mereka. Aktivitas tersebut dinilai berlangsung bebas dan seolah-olah tidak tersentuh hukum.
Menurut keterangan warga bernama MS yang disampaikan kepada media, jaringan ini diduga dikendalikan oleh seseorang yang disebut sebagai "big bos" dengan inisial TB. T, yang juga dikenal dengan sebutan TBK. Tanjung atau TMK. TJ. Dalam menjalankan aksinya, ia diduga dibantu oleh sejumlah orang, antara lain adik kandungnya sendiri berinisial MNH, serta dua orang lainnya yang dikenal masyarakat dengan panggilan IW (Bogel) dan KTL (Kotul).
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan publik, terutama ditujukan kepada Kapolres Labuhanbatu. Timbul dugaan bahwa terdapat "permainan" atau hubungan tidak wajar dengan oknum tertentu, sehingga kelompok tersebut merasa aman beroperasi seolah telah mendapatkan izin atau perlindungan khusus.
Keresahan ini sudah berlangsung lama, mengingat peredaran narkoba dianggap semakin meluas dan sulit dikendalikan. Masyarakat pun mendesak agar Kapolres Labuhanbatu segera bertindak tegas, melakukan penyelidikan mendalam, dan menangkap para bandar serta kurir yang dianggap semakin berani dan seolah kebal hukum.
Sementara itu, Ketua GANN Labuhanbatu Agus Kusdarwanto melalui Humasnya Kirman Dewantara menyampaikan harapan agar Aparat Penegak Hukum (APH) dapat segera menindaklanjuti segala bentuk informasi yang masuk terkait peredaran narkoba di wilayah hukumnya.
Terkait hal ini, tim media investigasi telah berupaya meminta konfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp kepada Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto, S.H., M.H. Namun hingga berita ini diturunkan, tanggapan dari pihak terkait belum diperoleh.
Hingga saat ini, masyarakat hanya dapat berharap dan berdoa agar tidak ada lagi pembiaran terhadap kasus ini. Mereka sangat khawatir jika kondisi ini dibiarkan terus berlanjut, akan merusak moral, etika, dan masa depan generasi muda di wilayah tersebut.
Penulis: RS / Tim


Social Header