Labuhanbatu, Mitramabesnews.id - Belakangan ini beredar video di media sosial yang menuduh anggota TNI mencuri sekitar belasan ekor lembu milik seorang janda di daerah Sei Siarti, Panai Tengah, Labuhanbatu, pada 25 Juni 2026. Menanggapi hal ini, Jefrey Agutono Ariska selaku pemilik hewan ternak akhirnya buka suara secara jelas. 27/06/2026
Menurut Jefrey, cerita di video itu sama sekali tidak benar — itu hoaks yang sengaja dibuat untuk bikin gaduh masyarakat dan merusak nama baik TNI.
Supaya ada tindakan tegas, ia bersama pengacaranya sudah melaporkan akun-akun penyebar berita bohong ini ke Polda Sumut. Nomor laporannya: STTLP/B/1030/VI/SPKT/Polda Sumut. Pelaku bisa terancam pasal soal penyebaran berita bohong, fitnah, dan pencemaran nama baik. Alasannya jelas: berita itu disebar sembarangan tanpa dicek dulu kebenarannya.
Begini fakta sebenarnya:
Sejak April 2026, Jefrey sudah kehilangan banyak lembu. Awalnya ada 32 ekor, sekarang tersisa hanya 16 ekor. Menurut keterangan pekerjanya bernama Sadra, pada bulan Februari ada orang bernama Arisan Hutabarat yang ketahuan mengambil lembu di lahan milik Jefrey. Saat ditegur, Arisan malah mengancam mau membunuh Sadra.
Arisan ini dikenal orang yang suka mengintimidasi dan punya catatan kriminal. Bahkan dia sekarang masuk daftar orang yang dicari polisi di Labuhanbatu, karena kasus penganiayaan berat terhadap adik kandungnya sendiri. Arisan adalah anak dari Martogi Sinaga, yang diduga sebagai otak di balik pencurian lembu itu. Kasus pencurian ini sudah dilaporkan ke Polres Labuhanbatu dengan nomor STTLP/B/491/IV/2026, tapi sampai sekarang pelakunya masih kabur.
Diduga kesal karena anaknya dilaporkan ke polisi, Martogi dan kelompoknya berusaha merebut 16 ekor lembu yang masih tersisa. Caranya: setiap kali Jefrey mau memindahkan lembu, mereka datang beramai-ramai untuk mengintimidasi supaya Jefrey takut dan menyerah.
Karena rencananya gagal, mereka lalu merekam video dan menyebarkannya dengan cerita palsu — bilang lembu itu dicuri oleh anggota TNI dari janda bernama Boru Sinaga.
Jefrey menjelaskan: “Saya sendiri tidak tahu apakah orang yang lewat di jalan itu aparat atau warga biasa. Jalan itu kan jalan umum yang menuju ke Pasir Limau Kapas.”
Menurutnya, Martogi Sinaga adalah orang licik dan sudah punya banyak catatan kriminal di polisi. Diduga dia sengaja bikin isu yang menyeret nama TNI cuma supaya perhatian masyarakat beralih dari kasus hukum yang sedang menjerat dirinya dan keluarganya.
Lewat klarifikasi ini, Jefrey mengimbau masyarakat jangan gampang percaya atau terprovokasi sama video yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Ia menegaskan: tuduhan TNI mencuri lembu itu adalah fitnah yang keji.
Ia juga meminta maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, serta kepada Panglima TNI dan Panglima Kodam I/Bukit Barisan, karena nama institusi negara ikut terseret dalam masalah ini tanpa alasan yang jelas.
Jefrey berharap polisi Sumut bisa mengusut kasus ini sampai tuntas, supaya pelaku pencurian dan penyebar hoaks segera ditangkap dan dihukum setimpal.
“Semoga kejadian yang meresahkan ini tidak terulang lagi. Biarkan hukum yang berbicara secara adil,” ujarnya.
Penulis: Rusman Safrialdi


Social Header