Kalbar, Mitramabesnews.id - Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar Rokidi yang sudah 7 bulan lalu menyatakan mengundurkan diri karena alasan sakit hingga hari ini masih terkesan enggan meninggalkan kursi empuknya sebagai Dirut.Malah saat ini Rokidi lebih menyibukan diri dengan acara acara lain di luar tugas Perbank kan. Publik pun bertanya apakah ia berpura pura mengunduran diri sebagai Direktur Utama (Dirut) Bank Kalbar atau ada stategi lain untuk mempertahankan jabatannya. Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan sebagai pemegang saham pengendali Bank milik daerah itu juga terkesan mengabaikan surat pengunduran diri Rokidi.
Awalnya viral di media sosial surat pernyataan pengunduran diri Rokidi dengan alasan kesehatan menderita penyakit serius kanker usus besar Stadium 3B, Rokidi menyatakan pengunduran diri yang suratnya dikirim ke Gubernur Kalbar selaku Pemegang Saham Pengendali Bank Kalbar. Alih-alih beristirahat atas beban penyakit yang diderita sesuai surat keterangan dari RS Siloam Jakarta, Rokidi malah makin terlihat aktif berkunjung ke sejumlah wilayah di Kalbar mengikuti kunjungan kerja Gubernur Kalbar yang berlangsung beberapa hari lalu di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
“Publik pun dibuat bingung atas kegaduhan ini karena sampai hari ini belum ada kepastian dari Gubernur Kalbar Ria Norsan untuk menindaklanjuti surat pengunduran diri Dirut Bank Kalbar ini,” ungkap salah seorang Pensiunan Bank Kalbar yang minta tidak disebut namanya, Kamis (20/11/2025).
Disampaikannya bahwa Surat pengunduran diri tertanggal 29 Maret 2025 yang tersebar melalui media sosial itu ditujukan kepada para pemegang saham Bank Kalbar, termasuk Gubernur Kalimantan Barat sebagai pemegang saham pengendali, serta kepada seluruh bupati dan walikota se-Kalimantan Barat. Dalam keterangannya, Rokidi menyebut bahwa keputusan tersebut diambil karena alasan kesehatan serius. Kendati terjadi pro dan kontra atas kabar tersebut namun hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari Manajeman Bank Kalbar mengenai hal tersebut apakah kabar itu benar atau tidak. Begitu juga dengan pihak Pimpinan Pemda Kalbar juga belum pernah mengklarifikasi kebenaran kabar tersebut sehingga publik bertanya tanya apakah isu pengunduran diri Dirut Bank Kalbar itu ditarik kembali oleh Rokidi atau hanya stategi Rokidi untuk melihat sikap Gubernur baru Ria Norsan mengingat selama ini Rokidi dikenal sebagai orang dekat Mantan Gubernur Kalbar Sutarmidji yang menjadi rival Ria Norsan pada Pilkada lalu.
“Publik kini menanti penjelasan resmi dari Gubernur dan Pimpinan Bank Kalbar mengenai hal tersebut agar menumbuhkan kepercayaan publik terhadap Bank yang memiliki semboyan “Bank Punye Kite”,” ujarnya.
Sebelumnya Rokidi mengungkapkan bahwa dirinya agak berat melanjutkan tugas nya sebagai Direktur Utama Bank Kalbar karena menderita kanker usus besar stadium 3B, berdasarkan hasil pemeriksaan medis di Rumah Sakit Siloam. Dalam suratnya Dokter telah menyarankan agar ia menjalani perawatan intensif serta menghindari tekanan pekerjaan yang berpotensi memperparah kondisi kesehatannya. Dalam surat itu, Rokidi menyatakan bahwa pengunduran dirinya berlaku efektif Maret 2025 namun hingga bulan November 2025 ini Rokidi enggan meninggalkan Bank Kalbar dan masih menjabat sebagai Dirut Bank Kalbar.
“Saya mengambil keputusan ini secara sadar, tulus, dan tanpa paksaan dari pihak manapun,” tulisnya dalam surat tersebut. Ia juga menyampaikan kesediaannya untuk tetap berkoordinasi selama masa transisi kepemimpinan di Bank Kalbar. Alih-alih mengundurkan diri, Rokidi malah makin terlihat aktif mendampingi Setiap kunjungan Kerja Gubernur Ria Norsan ke daerah daerah ataupun mengikuti berbagai acara Gubernur di Jakarta yang seakan akan menunjukan bahwa dirinya sehat dan tidak sakit. Sejumlah pegawai Bank Kalbar juga mengaku bingung namun mereka tidak berani bersuara soal masalah tersebut. Malah beberapa pegawai Bank Kalbar diketahui di mutasi ke cabang lain karena di curigai menyebarkan informasi pengunduran diri nya di Media Sosial.
Rokidi tercatat telah mengabdi selama 34 tahun di Bank Kalbar. Ia menjabat sebagai Direktur Utama sejak 12 November 2021 dan kembali terpilih untuk periode kedua mulai 12 November 2024 hingga 12 November 2028. Namun, sebelum masa jabatan keduanya berjalan genap lima bulan, ia memutuskan untuk menyerahkan kembali tongkat estafet kepemimpinan kepada Gubernur Kalbar sebagai pemegang saham pengendali. Apa yang melatar belakangi ia tiba tiba mengundurkan diri karena Gubernur yang didukungnya kalah melawan Ria Norsan sampai hari ini masih misteri karena hanya Rokidi yang tahu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari manajemen Bank Kalbar terkait Surat pengunduran diri tersebut maupun langkah-langkah strategis apa yang akan diambil untuk merespons gejolak kepercayaan publik pasca surat pengunduran Rokidi. Hubungan antara Rokidi dan Gubernur Kalbar Ria Norsan malah terlihat mesra seakan akan tiada acara tanpa kehadiran Rokidi disamping Ria Norsan.
(Amir Hamzah)


Social Header